Salah Baca Sila Kedua Saat Upacara HUT RI, Plt Bupati Pati Minta Maaf. Ist
PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meminta maaf setelah salah membaca sila kedua Pancasila saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8/2026).
Kesalahan tersebut menjadi perhatian setelah rekaman video saat Chandra membacakan Pancasila beredar dan viral di media sosial.
Chandra mengaku kondisi tubuhnya sedang kurang fit ketika menjadi inspektur upacara. Ia mengatakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan berlangsung padat hingga larut malam sehingga membuat kondisi fisik dan konsentrasinya menurun.
“Jadi kami ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Republik Indonesia itu sekali lagi tidak sengaja memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu kurang, enggak enak badan,” kata Chandra kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Menurut Chandra, kondisi tubuhnya bahkan sudah tidak prima sejak pagi sebelum upacara dimulai. Ia mengaku mengalami keringat dingin, tetapi tetap memilih menjalankan tugas sebagai inspektur upacara karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.
“Pagi hari itu kondisinya sudah keringat dingin, cuman karena posisi 17 Agustus saya harus kuat tapi ternyata fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisi seperti itu akhirnya blank. Itu di luar prediksi kami,” jelasnya.
Dalam video yang beredar, Chandra terlihat membacakan lima sila Pancasila di hadapan peserta upacara. Namun, pada sila kedua, ia keliru menyebutkan teks yang seharusnya berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.
“Pancasila. Satu, ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, keadilan yang adil dan beradab,” ucap Chandra dalam video tersebut.
Kesalahan tersebut membuat peserta upacara tidak serempak saat mengikuti pembacaan sila kedua. Meski demikian, Chandra berhasil membacakan sila ketiga hingga kelima dengan benar.
Chandra mengatakan kesalahan tersebut sama sekali tidak disengaja. Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Indonesia.
Ia juga menjelaskan padatnya rangkaian kegiatan menjelang peringatan HUT ke-81 RI menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi fisik dan konsentrasinya menurun.
“Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang. Jadi kami mohon maaf sekali lagi,” ujarnya.
