Tarian Bocah Pacu Jalur Kuansing Guncang Dunia, PSG dan AC Milan Ikut Joget Aura Farming (Foto : Tik Tok/psg)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Tarian khas bocah penari di tradisi Pacu Jalur Kuantan Singingi, Riau, mendadak viral dan mengguncang dunia maya. Bocah yang dikenal sebagai Tukang Tari atau Anak Coki ini tampil menari lincah di ujung perahu panjang yang sedang didayung kencang, memancarkan aura percaya diri dan karisma yang luar biasa. Aksi ini kemudian dikenal dengan istilah aura farming, sebuah tren kekinian yang sedang naik daun di kalangan Generasi Z dan Alpha, yang berarti menampilkan pesona dan kepercayaan diri tinggi secara alami tanpa terkesan dibuat-buat.
Dilansir dari media detikTravel, video tarian bocah ini diiringi lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike dan berhasil memikat perhatian netizen dunia, termasuk para pemain klub sepak bola besar seperti Paris Saint Germain (PSG) dan AC Milan. PSG bahkan membuat video para pemainnya seperti Achraf Hakimi, Neymar, dan Bradley Barcola yang menirukan gerakan tarian bocah tersebut, sementara AC Milan menampilkan maskot klub yang ikut berjoget mengikuti gaya tarian ini.
Pacu Jalur sendiri adalah tradisi lomba mendayung perahu panjang yang sudah ada sejak abad ke-17 dan menjadi bagian penting budaya masyarakat Kuantan Singingi. Bocah-bocah penari ini memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan perahu dan memberikan semangat bagi pendayung. Mereka berdiri di ujung jalur dengan gerakan tarian Melayu yang khas, yang kini menjadi simbol kekuatan dan pesona budaya lokal yang mendunia.
Fenomena aura farming ini bukan hanya sekadar hiburan visual, tapi juga memperkenalkan budaya Indonesia ke panggung internasional. Istilah ini berasal dari dunia game dan budaya pop yang mengartikan usaha menampilkan versi diri paling keren dan karismatik dengan cara yang natural. Bocah penari Pacu Jalur ini menjadi contoh sempurna, karena tanpa berusaha keras, ia berhasil menampilkan aura yang memukau dan menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
Dengan viralnya tarian ini, tradisi Pacu Jalur tidak hanya menjadi kebanggaan lokal tapi juga mendapat sorotan global, membuktikan bahwa budaya tradisional Indonesia mampu bersaing dan dikenal di kancah internasional melalui sentuhan modern dan media sosial. PSG dan AC Milan yang ikut menirukan tarian ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya lokal mampu menjembatani dunia olahraga dan hiburan global.
