KTT APEC 2025 (Foto: Yonhap News)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) 2025 yang berlangsung di Gyeongju, Korea Selatan, dari 27 Oktober hingga 1 November, menyatukan 21 negara anggota untuk membahas isu strategis termasuk ekonomi berkelanjutan, perdagangan, teknologi, dan ketahanan pangan. Forum ini mengusung tema “Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper” dengan tujuan memperkuat kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik secara inklusif dan ramah lingkungan.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam KTT ini dan menegaskan peran aktif Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi kawasan. Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT APEC 2025 memiliki makna strategis mengingat forum ini merepresentasikan sekitar 60 persen produk domestik bruto global. Presiden juga berpartisipasi dalam sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan tingkat tinggi APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM).
Salah satu fokus utama KTT adalah memperkuat rantai pasok regional guna meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. Transformasi digital yang inklusif juga menjadi agenda prioritas, mendorong inovasi teknologi untuk mempercepat pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Kepala panitia menjelaskan bahwa sesi pleno AELM adalah forum utama untuk merumuskan arah kerja sama ekonomi kawasan yang kokoh dan saling menguntungkan.
Pembahasan lain mencakup penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok rentan agar inklusi ekonomi dapat lebih merata di seluruh wilayah APEC. Terobosan dalam fasilitasi perdagangan dan investasi juga diperkuat untuk membuka peluang baru bagi negara anggota. KTT diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi yang lebih resilient dan adaptif terhadap dinamika global.
Dalam pidatonya, Presiden Korea Selatan selaku tuan rumah menggarisbawahi pentingnya kemitraan kawasan untuk menghadapi krisis iklim dan mempercepat transisi energi bersih. “Hari ini saya berharap komitmen dan kemitraan kita untuk bertindak menuju transisi energi dan netralitas karbon akan semakin kuat,” kata Presiden Korea Selatan, dikutip dari APEC.org.
Acara KTT APEC 2025 diakhiri dengan sesi konferensi pers Ketua APEC yang menyampaikan kesepakatan utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memperkuat solidaritas antar negara anggota. Forum ini menjadi momentum penting untuk menghubungkan kepentingan berbagai negara sekaligus mempererat kepercayaan sebagai fondasi kerja sama masa depan.
Dengan partisipasi aktif Indonesia dan negara anggota lainnya, KTT APEC 2025 membuka jalan menuju masa depan ekonomi Asia Pasifik yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran negara-negara dalam menghadapi tantangan global bersama-sama.
