PONTIANAK INFORMASI – Kalimantan Barat masuk dalam daftar sembilan provinsi di Indonesia yang terdeteksi kasus Hantavirus. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI terdapat satu kasus terkonfirmasi di Kalbar dari total 23 kasus positif Hantavirus yang ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, membenarkan adanya temuan tersebut. Namun, ia belum merinci kapan kasus itu ditemukan maupun kondisi pasien yang terpapar virus tersebut.
“Iya benar, virus Hanta terkonfirmasi di Kalbar,” kata dr. Erna saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026).
Erna menjelaskan, kasus Hantavirus yang diumumkan Kemenkes RI merupakan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim dari sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat.
Ia mengatakan saat ini, Dinas Kesehatan Kalbar terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Pontianak untuk mencegah masuk dan penyebaran virus tersebut.
“Untuk saat ini salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar aktif menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta memberikan edukasi mengenai gejala dan bahaya virus Hanta,” ujarnya.
Menurut data Kemenkes, dari 23 kasus yang terkonfirmasi, sebanyak 20 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara tiga lainnya meninggal dunia. Seluruh kasus di Indonesia teridentifikasi sebagai Hantavirus jenis Seoul Virus, yang umumnya ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya.
Hantavirus ditularkan melalui kontak dengan urine, kotoran, air liur, atau debu yang terkontaminasi hewan pengerat. Gejala awal yang umum muncul antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan gangguan pernapasan.
