PONTIANAK INFORMASI- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana menata Bundaran Angkasa Pura di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, menjadi landmark baru yang merepresentasikan wajah daerah. Kawasan yang berada di Jalan Arteri Supadio itu dinilai strategis karena menjadi pintu masuk menuju Kabupaten Kubu Raya sekaligus jalur utama menuju Bandara Supadio.
Rencana penataan itu ditinjau langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, pada Kamis (23/7). Dalam kunjungannya, Sujiwo melihat kondisi eksisting kawasan sekaligus memastikan konsep penataan dapat direalisasikan sesuai rencana.
“Kita ingin Bundaran Angkasa Pura tampil lebih menarik, tertata, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Penataan ini bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif Kabupaten Kubu Raya bagi setiap orang yang melintas maupun berkunjung,” kata Sujiwo.
Ia menjelaskan, konsep penataan akan meliputi pembaruan lanskap, penambahan ruang terbuka hijau, hingga pemasangan lampu dekoratif agar kawasan tersebut tampil lebih estetik, terutama pada malam hari.
Menurut Sujiwo, penataan tidak hanya berorientasi pada keindahan, tetapi juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan serta menghadirkan ruang publik yang lebih representatif.
Pemkab Kubu Raya juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan penataan berjalan selaras dan berkelanjutan.
Selain itu, kawasan yang lebih tertata diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha di sepanjang Jalan Arteri Supadio. Dengan semakin banyaknya masyarakat maupun tamu yang melintas, peluang usaha di kawasan tersebut diharapkan ikut meningkat.
“Kami berharap Bundaran Angkasa Pura nantinya menjadi salah satu landmark yang menjadi kebanggaan masyarakat Kubu Raya. Selain mempercantik kawasan, penataan ini juga akan memperkuat identitas daerah sebagai gerbang masuk yang modern, rapi, dan memberikan kesan baik bagi setiap pengunjung,” tutupnya.
