(Foto : AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Demonstrasi yang dipimpin oleh kelompok anak muda Maroko, GenZ 212, telah mengguncang sejumlah kota besar di negara itu selama delapan hari berturut-turut. Aksi ini didorong oleh ketidakpuasan atas buruknya layanan kesehatan dan pendidikan publik yang dinilai tidak maksimal. Aksi protes ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menampilkan penolakan keras terhadap korupsi yang dianggap merajalela di pemerintahan.
Awal mula demo ini dipicu oleh kasus meninggalnya delapan ibu hamil di Rumah Sakit Umum Agadir, yang memantik kemarahan luas terutama di kalangan generasi muda. Para demonstran menilai hal tersebut menegaskan buruknya sektor kesehatan publik yang diabaikan pemerintah. Mereka menuntut reformasi agar layanan kesehatan lebih layak dan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, serta menolak segala bentuk korupsi yang menghambat kemajuan.
Aksi turun ke jalan dilakukan di berbagai kota besar seperti Rabat, Casablanca, Agadir, dan Tetouan. Di ibukota Rabat, pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Suara kami tidak akan dibungkam”, sambil meneriakkan tuntutan perubahan seperti keadilan sosial, kebebasan, dan pengentasan korupsi. Mereka juga mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Aziz Akhannouch yang masa jabatannya segera berakhir.
Selama berlangsungnya demo, ketegangan sempat memuncak dan menimbulkan bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan luka-luka di kedua belah pihak. Kementerian Dalam Negeri Maroko mencatat 209 orang ditangkap, lebih dari 260 personel keamanan terluka, dan beberapa warga sipil mengalami luka akibat bentrokan ini, sebagaimana disampaikan dalam laporan YouTube Gen Z “Membara” di Maroko, 1 Oktober 2025.
Meski demikian, kelompok GenZ 212 secara konsisten menyerukan agar aksi tetap damai dan menghindari perusakan. Mereka menekankan pentingnya dialog terbuka dengan pemerintah sebagai jalan untuk mencari solusi yang realistis atas berbagai persoalan yang mereka suarakan. Pemerintah pun menyatakan kesiapan untuk berdiskusi dengan kaum muda demi menghentikan demonstrasi dan mengatasi tuntutan tersebut.
Demonstrasi ini menandai sebuah titik penting di Maroko, memperlihatkan bahwa generasi muda semakin vokal dan aktif dalam menuntut perubahan politik dan sosial. Aksi ini memperlihatkan harapan besar mereka agar pemerintah dapat memperbaiki layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan sekaligus memberantas korupsi yang menggerogoti negeri mereka. Protes yang dimulai secara daring di platform Discord kini merebak menjadi gelombang sosial politik yang signifikan di negara itu.
