Israel Kembali Kepung dan Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza (Foto: REUTERS/Anas al-Shareef)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Pasukan Israel melakukan pengepungan dan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Kota Beit Lahia, Gaza Utara. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan insiden tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, dimana tank-tank Israel mengelilingi rumah sakit, memutus aliran listrik, dan menembaki gedung terutama di lantai dua dan tiga. Direktur Medis RS Indonesia, Marwan Sultan, mengungkapkan, “Ada risiko serius bagi staf medis dan pasien,” dilansir dari VOA Indonesia.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan serangan Israel menargetkan lantai atas rumah sakit di mana terdapat lebih dari 40 pasien, termasuk staf medis yang mengalami kepanikan luar biasa akibat tembakan beruntun tersebut. Pengepungan ini menyebabkan rumah sakit tidak bisa diakses oleh orang yang terluka sehingga layanan kesehatan terganggu secara signifikan. Laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina juga menyebut ini sebagai bagian dari upaya sistematis Israel untuk melumpuhkan jaringan layanan kesehatan di Gaza.
Menurut laporan MER-C, serangan Israel menyebabkan kerusakan besar pada struktur bangunan RS Indonesia, bahkan beberapa alat medis dilaporkan tertimpa reruntuhan akibat ledakan. MER-C menjelaskan, “Kondisi RS memprihatinkan. Kaca-kaca jendela pecah dan plafon berjatuhan di lantai, sehingga mengganggu berbagai layanan medis penting,” seperti yang dilansir Antara. Serangan ini mengakibatkan lumpuhnya layanan medis di Gaza Utara, memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Meskipun gencatan senjata resmi diberlakukan pada 10 Oktober 2025 antara Israel dan Hamas, tentara Israel masih bertahan dan mengepung kompleks RS Indonesia, terutama di bagian belakang bangunan. Seorang relawan MER-C menyatakan, “Saya hanya bisa masuk ke Wisma Joserizal Jurnalis dari arah selatan karena adanya tank-tank Israel dan tembakan yang belum berhenti,” dilansir Tempo. Kondisi bangunan cukup parah dengan lubang besar dan barang berserakan akibat serangan.
Seluruh dunia internasional serta lembaga kemanusiaan menyerukan agar Israel menghentikan serangan terhadap fasilitas kesehatan dan segera memberikan akses yang aman bagi pasien dan tenaga medis di Gaza. Indonesia sendiri mengecam keras tindakan militer Israel yang semakin memperburuk keadaan dan melanggar hukum kemanusiaan internasional. Serangan ini sangat berdampak pada keselamatan nyawa warga sipil dan pelayanan kesehatan di wilayah yang sudah sangat rentan.
Situasi di RS Indonesia mencerminkan betapa gentingnya konflik di Gaza yang tidak hanya menyasar pejuang militer tetapi juga fasilitas kesehatan yang semestinya dilindungi. Kondisi ini menuntut perhatian dan tindakan cepat dari komunitas internasional agar krisis ini tidak terus berlanjut dan memperparah penderitaan rakyat Gaza. Hingga kini, situasi di sekitar RS Indonesia masih belum aman dengan adanya tentara Israel yang bertahan di kompleks rumah sakit.
Kasus pengepungan ini menjadi simbol nyata bagaimana perang berdampak langsung pada kesehatan dan kemanusiaan, menuntut upaya bersama untuk perlindungan fasilitas medis sebagai bagian dari hukum humaniter internasional demi keselamatan pasien dan tenaga medis di tengah konflik yang berkepanjangan di Gaza.
