Foto: KCNA via REUTERS
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Kim Jong-un, pemimpin tertinggi Korea Utara, menunjukkan sikap tegas dengan memecat Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho secara langsung di tempat saat pidato. Insiden ini terjadi saat Kim meninjau pembukaan Kompleks Mesin Ryongsong di Provinsi Hamgyong. Tindakan pemecatan ini menjadi sorotan karena menandakan ketidakpuasan Kim terhadap kinerja pejabat senior di tengah tantangan ekonomi negara.
Dilansir dari Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Kim langsung memecat Yang Sung Ho dengan alasan ketidaklayakan menangani tugas berat. “Kim langsung memecat Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho di tempat. Menurut Kim, Yang tidak layak dipercaya untuk memikul tugas berat,” tulis KCNA. Kim juga melontarkan kritik pedas terhadap pejabat yang dianggap tidak kompeten atas keterlambatan proyek tersebut.
Pidato Kim berlangsung di tengah cuaca dingin Provinsi Hamgyong timur laut, di mana pekerja mengenakan seragam hijau dan topi abu-abu. Ia mengecam bimbingan ekonomi yang “tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten,” yang menyebabkan proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong molor. Dilansir dari KCNA, Kim berkata, “Akibat bimbingan ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten dari para pejabat terkait, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan.”
Kim menggunakan metafor tajam untuk menggambarkan kesalahan penunjukan pejabat. Dilansir dari KCNA, “Singkatnya, ini seperti memasang kereta pada seekor kambing sebuah kesalahan fatal dalam proses penunjukan kader kami,” kesal Kim. “Bagaimanapun juga, yang menarik kereta adalah seekor lembu, bukan kambing.” Ia juga menyoroti kebiasaan buruk kader yang “terlalu lama terbiasa dengan sikap menyerah, tidak bertanggung jawab, dan pasif.”
Konteks pemecatan ini terkait masalah ekonomi Korea Utara yang lesu akibat sanksi PBB atas program nuklir dan rudal. Kim mendesak percepatan perubahan untuk mengatasi “keterbelakangan ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad” dan membangun ekonomi modern. Kim pernah berkata, “Tolong, Kamerad Wakil Perdana Menteri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri selagi masih bisa, sebelum semuanya terlambat.”
Tindakan ini jarang terjadi secara terbuka, meski Kim dikenal sering menegur pejabat atas kelalaian ekonomi. Dilansir dari CNBC Indonesia, “Mulai hari ini, saya nyatakan Anda diberhentikan, kawan Wakil Perdana Menteri,” tegas Kim, sebagai bagian kampanye memberantas sikap kekalahan di birokrasi. Insiden berlangsung Senin lalu, diumumkan Selasa (20/1/2026), menjelang kongres Partai Buruh yang menetapkan target ekonomi baru.
Pemecatan publik ini menjadi sinyal keras Kim untuk disiplin birokrasi, membebankan kegagalan kebijakan pada pejabat senior. Hal ini mencerminkan tekanan internal di Korea Utara untuk memulihkan ekonomi di tengah isolasi internasional.
