Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Internasional
  • KTT Doha: Banyak Capaian Resolusi, Namun Kritik “Tak Ada Aksi Nyata”
  • Internasional

KTT Doha: Banyak Capaian Resolusi, Namun Kritik “Tak Ada Aksi Nyata”

Tyo 19/09/2025
KTT Doha: Banyak Capaian Resolusi, Namun Kritik “Tak Ada Aksi Nyata”

KTT Doha (Foto : Qatar News Agency/AFP)

PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab-Islam yang diadakan di Doha telah menghasilkan sejumlah resolusi yang menyoroti agresi Israel dan menyerukan langkah-langkah diplomatik dan hukum. Namun meskipun suara solidaritas kuat dan kecaman keras muncul, banyak pihak menyebut bahwa KTT tersebut belum menunjukkan aksi nyata yang konkret.

Dalam resolusi yang disepakati pada Senin malam (16/9/2025), para peserta KTT mengutuk agresi brutal Israel, menuntut peninjauan kembali hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel, dan menyerukan tindakan hukum terhadapnya. Namun, kritik dari publik dan warganet menggarisbawahi bahwa pernyataan tersebut lebih bersifat simbolis daripada langkah konkret yang bisa langsung dirasakan.

Salah satu analis, Adel Abdel Ghafar dari Middle East Council on Global Affairs, memperkirakan bahwa KTT ini “lebih tentang pesan solidaritas” namun “tidak ada harapan untuk bertindak.” Ia mengatakan bahwa tindakan nyata hanya mungkin “dari negara-negara Teluk yang bekerja sama untuk meninjau arsitektur keamanan mereka dan menghadapi AS secara bersatu.”

Warganet di media sosial juga menyuarakan keprihatinan. Banyak yang menilai draf resolusi Doha “lemah dan mengecewakan,” serta kurang mencerminkan skala kemarahan publik terhadap tindakan Israel terhadap Qatar. Mereka meminta posisi yang lebih tegas, misalnya sanksi ekonomi, pemutusan hubungan diplomatik yang lebih nyata, atau intervensi hukum di forum internasional bukan hanya kecaman verbal.

Sumber dari SindoNews melaporkan bahwa prediksi umum sebelum KTT adalah bahwa pertemuan tersebut tidak akan menghasilkan tindakan praktis, melainkan hanya solidaritas semata. Rapuhnya kepastian aksi nyata menimbulkan skeptisisme dari banyak pengamat tentang efektivitas KTT Doha sebagai forum penentu arah kebijakan terhadap konflik Israel–Palestina.

Sebagai salah satu usaha konkret, resolusi Doha menyerukan agar anggota negara Arab dan Islam mulai meninjau kembali hubungan diplomatik dan ekonomi mereka dengan Israel, serta menginisiasi tindakan hukum. Namun belum ada laporan pasti mengenai kapan atau bagaimana tindakan-tindakan itu akan dilaksanakan.

Kesimpulannya, KTT Doha yang digelar sejak 15–16 September 2025 telah memunculkan gelombang harapan sekaligus kekecewaan. Solidaritas dinyatakan dengan lantang, tetapi bagi banyak pihak, suara tanpa tindakan akan sulit mengubah situasi konflik yang terus berlangsung. Tantangan terbesar adalah mengubah resolusi dan deklarasi menjadi aksi nyata yang berdampak baik dalam diplomasi, ekonomi, maupun hukum dan memastikan bahwa janji-janji tersebut tidak hanya tinggal di atas kertas.

Tags: Doha Qatar Israel Serang Doha Qatar KTT Doha Qatar

Continue Reading

Previous: Tangan Tak Diangkat, Ternyata Sikap Puan Maharani Sesuai UU saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang
Next: Jadwal Pekan 8 BRI Super League Ditunda: Dukungan Maksimal Untuk Persiapan Timnas Indonesia Menjelang Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Related Stories

Badai Salju Dahsyat Landa New York Akumulasi 30 Cm Lumpuhkan Kota Metropolitan
  • Internasional

Badai Salju Dahsyat Landa New York Akumulasi 30 Cm Lumpuhkan Kota Metropolitan

Tyo 24/02/2026
Surat Duka dari Singapura untuk Sheyna: “Kamu Seharusnya Aman”
  • Internasional

Surat Duka dari Singapura untuk Sheyna: “Kamu Seharusnya Aman”

Tyo 11/02/2026
Bocah WNI 6 Tahun Tewas Ditabrak Mobil di Kawasan Wisata Singapura, Sopir Ditahan
  • Internasional

Bocah WNI 6 Tahun Tewas Ditabrak Mobil di Kawasan Wisata Singapura, Sopir Ditahan

Tyo 09/02/2026

Berita Terbaru

  • BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Ria Norsan Pastikan Layanan ke Masyarakat Tak Berkurang 12/06/2026
  • Ini Alasan Warga Kalbar Masih Pilih Berobat ke Malaysia Dibanding RS Daerah 12/06/2026
  • Rumah Warga Pontianak Timur yang Miring Dirobohkan, Pemkot Siapkan Program Bedah Rumah 12/06/2026
  • Edukasi Pupuk Hayati, UNTAN Dukung Program Adiwiyata di SDIT Darul Ihsan Pontianak 12/06/2026
  • Bupati Sujiwo Dukung Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang Akan Digelar Majelis Al-Muwasholah 12/06/2026
  • Renovasi Pendopo Gubernur Kalbar dari Tahun 2025-2026 Capai Rp10,26 Miliar, Ini Penjelasan Ria Norsan 11/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_6716
  • Lokal
  • News

BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Ria Norsan Pastikan Layanan ke Masyarakat Tak Berkurang

Editor PI 12/06/2026
IMG_7662
  • Lokal
  • News

Ini Alasan Warga Kalbar Masih Pilih Berobat ke Malaysia Dibanding RS Daerah

Editor PI 12/06/2026
a5c66829-3dd5-4496-8a77-d996ee31fd11
  • Lokal
  • News

Rumah Warga Pontianak Timur yang Miring Dirobohkan, Pemkot Siapkan Program Bedah Rumah

Editor PI 12/06/2026
IMG_7659
  • Lokal
  • News

Edukasi Pupuk Hayati, UNTAN Dukung Program Adiwiyata di SDIT Darul Ihsan Pontianak

Editor PI 12/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.