Museum Louvre Prancis Ditutup (Foto: AFP/DIMITAR DILKOFF)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Museum Louvre di Paris, Prancis, ditutup secara mendadak pada Minggu (19/10/2025) setelah terjadi aksi perampokan terhadap sejumlah perhiasan bersejarah dengan nilai yang sangat tinggi. Penutupan ini dilakukan untuk mendalami insiden yang mengguncang salah satu museum paling terkenal dan paling banyak dikunjungi di dunia tersebut.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan kepada radio France Inter bahwa perampokan tersebut terjadi pada pagi hari dengan pelaku yang melakukan aksi cepat dan terencana. “Perhiasan dengan nilai sejarah yang tak ternilai telah dicuri. Kami bekerja keras untuk menemukan para pelaku,” ujar Nunez seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (20/10/2025).
Para pelaku, yang berjumlah antara tiga hingga empat orang, tiba di sekitar museum menggunakan skuter bertenaga besar sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Mereka menggunakan alat pemotong listrik untuk merusak jendela dan diduga masuk melalui lift barang menuju area Galeri Apollon yang menyimpan koleksi perhiasan mahkota dari masa lalu Prancis.
Menteri Kebudayaan Rachida Dati menjelaskan bahwa perhiasan yang hilang termasuk mahkota, kalung safir dan zamrud milik Ratu Marie-Amélie, Ratu Hortense, dan Permaisuri Eugénie. “Museum telah lama menjadi sasaran kejahatan. Kita perlu menyesuaikan sistem keamanan museum terhadap bentuk-bentuk kejahatan baru,” terang Dati, dikutip dari laporan resmi kementerian.
Presiden Emmanuel Macron mengecam perampokan tersebut sebagai serangan terhadap warisan budaya Prancis yang berharga. Ia berjanji akan mengembalikan artefak yang hilang dan menangkap para pelaku melalui unggahan di platform X (Twitter).
Insiden ini menjadi sorotan besar terhadap keamanan institusi budaya di Prancis, mengingat Louvre baru saja memulai proyek renovasi besar selama 10 tahun bernama ‘Renaissance’ untuk memperkuat perlindungan koleksinya. Meski keamanan museum terkenal ketat, kejadian ini menunjukkan tantangan baru dalam melindungi aset budaya negara.
Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri, sementara penyelidikan atas dugaan pencurian terorganisir telah dibuka oleh kejaksaan Paris. Pihak museum juga sedang melakukan inventarisasi dan perbaikan sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
