PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di sejumlah desa di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, pada Kamis (8/1/2026). Luapan air sungai menyebabkan dua jembatan di Desa Riam Batu rusak dan terputus, sehingga akses transportasi warga setempat terganggu.
Camat Tempunak, Fransiskus Sumadi, menjelaskan banjir mulai terjadi sejak dini hari dan berdampak pada beberapa desa. Desa Riam Batu dilaporkan menjadi wilayah terdampak paling serius karena terputusnya dua jembatan yang merupakan bagian dari ruas jalan kabupaten.
“Banjir di Desa Riam Batu menyebabkan dua jembatan putus, yaitu Jembatan Sungai Telangis di Dusun Mulas dan jembatan gantung Sungai Tempunak di Desa Riam Batu. Kedua jembatan tersebut merupakan ruas jalan kabupaten,” ujar Sumadi melalui pesan singkat.
Selain Riam Batu, genangan air juga dilaporkan melanda Desa Benua Kencana, Desa Pekulai Bersatu, dan Desa Merti Jaya. Air sungai yang meluap tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga di sejumlah dusun.
Sumadi menambahkan, Jembatan Sungai Telangis yang mengalami kerusakan memiliki lebar sekitar empat meter dengan panjang kurang lebih 16 meter. Keberadaan jembatan tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas dan aktivitas harian masyarakat setempat.
“Untuk daerah yang terdampak banjir, paling parah ketinggian airnya mencapai lebih dari tiga meter,” ucapnya.
Berdasarkan laporan yang diterima pihak kecamatan, banjir di Desa Riam Batu mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Curah hujan tinggi yang disertai aliran air deras dari wilayah hulu menyebabkan sungai meluap dengan cepat dan menggenangi rumah-rumah warga.
“Banjir ini disebabkan tingginya curah hujan dan derasnya air di wilayah Desa Riam Batu, Dusun Mulas dan sekitarnya, sehingga air sungai meluap dan terjadi banjir di rumah-rumah warga,” kata Sumadi.
Hingga Kamis malam, kondisi banjir di Desa Riam Batu dan Desa Benua Kencana dilaporkan mulai berangsur surut. Namun, situasi berbeda masih terjadi di Desa Pekulai Bersatu dan Desa Merti Jaya, di mana ketinggian air dilaporkan masih mengalami peningkatan.
“Pada malam ini banjir di Desa Riam Batu dan Benua Kencana sudah berangsur surut, sedangkan di Desa Pekulai Bersatu dan Desa Merti Jaya air sedang naik. Semoga hujan tidak bertambah,” ucapnya.
Terkait kerusakan infrastruktur, Sumadi menyampaikan bahwa laporan putusnya dua jembatan tersebut telah diteruskan kepada Bupati Sintang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan penanganan mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas dan perekonomian masyarakat setempat.
