Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Anak Tengah Racuni Ibu dan Dua Saudara di Warakas dengan Racun Tikus, Polisi Beberkan Hasil Autopsi
  • Nasional

Anak Tengah Racuni Ibu dan Dua Saudara di Warakas dengan Racun Tikus, Polisi Beberkan Hasil Autopsi

Tyo 06/02/2026
Anak Tengah Racuni Ibu dan Dua Saudara di Warakas dengan Racun Tikus, Polisi Beberkan Hasil Autopsi

Foto: Detik.com

PONTIANAK INFORMASI, Jakarta – Seorang pria berinisial AS alias S (22) ditetapkan sebagai tersangka setelah tiga anggota keluarganya tewas diracun di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Korban yang tewas terdiri atas ibu berinisial SS (50), anak pertama AAL (27), dan anak bungsu AAB (13). Insiden ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) pagi, ketika ketiganya ditemukan tergeletak tak bernyawa di dalam rumah, sementara pelaku ditemukan dalam kondisi lemas di kamar mandi dan kemudian dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi yang dilakukan Puslabfor Bareskrim Polri menunjukkan bahwa ketiga korban positif mengandung senyawa zinc phosphate di dalam organ tubuhnya. “Dari pemeriksaan barang bukti, ruang lingkup kami adalah pemeriksaan pestisida, kemudian alkohol, kemudian arsen, kemudian sianida, serta ruang lingkup bahan kimia dan obat‑obatan,” ujar Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, dilansir detikNews.

Peneliti toksikologi kimia dari Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Budiawan, menjelaskan bahwa zinc phosphate merupakan senyawa kimia yang lazim digunakan sebagai racun tikus dan sangat beracun bagi sel tubuh manusia. “Bahan‑bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia, dan ditemukan tadi apa yang disampaikan oleh hasil dari pemeriksaan ini, membuktikan bahwa di lambung telah ditemukan zinc phosphate, kemudian juga tentunya memang racun ini akan berubah menjadi phosphane, dan kemudian juga menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang dikenal sebagai racun seluler,” papar Budiawan.
​
Dokter forensik RS Polri Sukanto, dr Mardika, menambahkan bahwa visum luar dan dalam terhadap tiga jenazah tidak menemukan tanda‑tanda kekerasan fisik. “Kemudian dari pemeriksaan luar juga ada proses pembusukan lanjut pada otak itu didapatkan kelebaman perudara, pemburuan dari paru ada pendarahan. Dan pada lambung khusus, itu sebagian warna merah muda,” kata Mardika.
​
Di dalam lambung korban ditemukan cairan berwarna kecokelatan dengan bau menyengat, yang menguatkan dugaan keracunan zat kimia. “Kemudian dari pemeriksaan lanjutan kami mengambil sampel yang dikirim ke Labfor, sehingga dari kesimpulan pemeriksaan tiga jenazah tersebut, didapatkan sebuah kematian akibat senyawa kimia, atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, yang melebihi batas toleransi dalam tubuh dan korban tersebut mati lemas,” jelas Mardika.
​
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno, mengungkap bahwa AS alias S sengaja membeli racun tikus berbahan zinc phosphate dan mencampurnya ke dalam teh yang direbus di panci. “Kemudian, rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah mug (cangkir). Kemudian dari cangkir itu disuapkan atau disendoki ke mulut para korban ketika para korban sedang terlelap tidur,” ujar Onkoseno.

Tags: Anak Racuni Ibu Kejahatan Keracunan

Continue Reading

Previous: Warga Pacet Bandung Tangkap Macan Tutul Tanpa Melukai, Satwa Dilindungi Dievakuasi ke Polsek
Next: Oven Pengering Ompreng di SPPG Krajan Banyumas Meledak, 10 Pekerja Terluka

Related Stories

Lamine Yamal. Reuters
  • Nasional

Lamine Yamal Muncul di Drone Iran yang Menargetkan Pangkalan Militer AS

Editor PI 24/07/2026
Prabowo
  • Nasional

Prabowo Yakin PDIP Akan Bersama Pemerintah Membela Bangsa

Editor PI 24/07/2026
Presiden Prabowo
  • Nasional

Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Sore Ini

Editor PI 24/07/2026

Berita Terbaru

  • Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah 10/08/2026
  • Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis 10/08/2026
  • 13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter 10/08/2026
  • Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang 10/08/2026
  • 1.286 Telur Penyu Ditemukan di Sambas, Sebagian Masih Berpeluang Menetas 10/08/2026
  • Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak 10/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_4690
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah

Editor PI 10/08/2026
IMG_4650
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis

Editor PI 10/08/2026
IMG_4604
  • Lokal
  • News

13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Editor PI 10/08/2026
06417b64-61fe-4bf1-82f6-c8b595b53548
  • Lokal
  • News

Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang

Editor PI 10/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.