Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam OTT Dugaan Pemerasan Proyek Pemerintah
  • Nasional

KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam OTT Dugaan Pemerasan Proyek Pemerintah

Tyo 06/11/2025
KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam OTT Dugaan Pemerasan Proyek Pemerintah

Foto: KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 3 November 2025. Penangkapan Abdul Wahid bersama sembilan orang lainnya terkait dugaan pemerasan dan pungutan liar proyek pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Riau tahun anggaran 2025.

Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai sekitar Rp 1,6 miliar dalam berbagai bentuk pecahan rupiah, dolar AS, dan poundsterling. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan uang tersebut diduga merupakan hasil setoran wajib dari proyek-proyek Pemprov Riau yang menjadi bagian dari mekanisme pemerasan terstruktur di lingkungan Dinas PUPR Riau. “Ini terkait dengan penahanan anggaran di Dinas PUPR, di mana terdapat semacam jatah preman yang ditetapkan untuk kepala daerah,” ungkap Budi, dilansir oleh Kompas.com.

Abdul Wahid merupakan Gubernur Riau periode 2024-2029 dan menjadi gubernur keempat di Riau yang terjerat kasus korupsi. Pendahulunya seperti Saleh Djasit, Rusli Zainal, dan Annas Maamun juga pernah ditangkap KPK. Penangkapan Abdul Wahid menambah daftar kelam praktik pemberantasan korupsi di Provinsi Riau.

Dalam operasi tersebut, selain Abdul Wahid, KPK juga menangkap pejabat penting di lingkungan Pemprov Riau, termasuk Kepala dan Sekretaris Dinas PUPR dan staf ahli gubernur. Dari total sepuluh orang yang diamankan, beberapa sudah diidentifikasi seperti Arief Setiawan Kepala Dinas PUPR, Ferry Yunanda Sekretaris Dinas, serta beberapa pihak swasta yang memiliki kedekatan dengan Gubernur Abdul Wahid.

KPK sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang ditangkap. Dalam waktu 1×24 jam setelah OTT, KPK akan menentukan status hukum mereka, apakah akan dinaikkan ke tingkat tersangka atau tidak. Pengumuman lengkap terkait tersangka dan konstruksi kasus direncanakan akan disampaikan KPK dalam konferensi pers terpisah.

Penangkapan ini menjadi sorotan masyarakat dan pengamat antikorupsi karena mencerminkan betapa rapuhnya tata kelola pemerintahan di Riau, yang seharusnya menjadi pelindung dan pelayan masyarakat. Praktik pemerasan di sektor pembangunan daerah merugikan keuangan negara dan memperlambat kemajuan daerah itu sendiri.

Masyarakat dan pemerintah provinsi diharapkan memberikan perhatian dan memperbaiki sistem pengawasan sehingga kasus serupa tidak terulang. KPK juga mengimbau agar pemerintah daerah melakukan evaluasi dan perbaikan guna mencegah praktek buruk tersebut di masa depan.​

Tags: Gubernur Riau Korupsi KPK KPK tangkap Gubernur Riau Riau

Continue Reading

Previous: Putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ambil Sumpah di Hadapan Jasad Ayahanda, Melanjutkan Takhta Keraton Surakarta
Next: Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York, Janji Perubahan untuk Semua Warga

Related Stories

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
  • Nasional

Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Editor PI 19/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Minta Maaf Telat Klarifikasi, Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian

Editor PI 18/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Tegaskan Ceramah di UGM Bahas Perdamaian, Bukan Penistaan Agama

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, Bahasan Dorong Anak Muda Jadi Generasi Islami dan Adaptif 12/05/2026
  • Ibu Wapres Kunjungi Dekranasda Kalbar, Erlina Harap Kerajinan Lokal Makin Dikenal 12/05/2026
  • Bupati Sujiwo: MBG Harus Zero Keracunan 12/05/2026
  • Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif 12/05/2026
  • Kemenekraf RI Dorong Mahasiswa UNTAN Asah Kreativitas untuk Hadapi Dunia Kerja 12/05/2026
  • Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar, Speaker Dewan Juri Disebut Bermasalah 12/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

33752560-3bbb-43c2-bc3e-50aeb1ebcaa6
  • Lokal
  • News

Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, Bahasan Dorong Anak Muda Jadi Generasi Islami dan Adaptif

Editor PI 12/05/2026
9b1f17cc-18e9-48c5-9a08-2578f74022b6
  • Lokal
  • News

Ibu Wapres Kunjungi Dekranasda Kalbar, Erlina Harap Kerajinan Lokal Makin Dikenal

Editor PI 12/05/2026
IMG_4655
  • Lokal
  • News

Bupati Sujiwo: MBG Harus Zero Keracunan

Editor PI 12/05/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif

Editor PI 12/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.