Foto: Dok. Istimewa
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Pasca bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025, sistem kelistrikan di Aceh kini mulai pulih secara signifikan. Hingga 7 Desember 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa 93 persen wilayah Aceh telah kembali menikmati pasokan listrik yang normal. “Seluruh Aceh, 93 persem malam (Minggu) ini semua Aceh nyala,” ujar Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Bireuen, Aceh.
Meski demikian, progres pemulihan ini masih disertai dengan keluhan dari sejumlah warga. Di beberapa kabupaten seperti Aceh Tamiang dan Aceh Timur, listrik masih mengalami pemadaman total atau bergilir. “Antara tanggal 26-29 November 2025, kami mengalami blackout total, tanpa listrik sama sekali. Listrik baru kembali meskipun tidak sepenuhnya normal mulai 30 November 2025,” kata Zahra, warga Idi Rayeuk, Aceh Timur, seperti dilansir Kompas.com.
PLN melaporkan bahwa dari 323 penyulang yang terdampak, sebanyak 197 penyulang telah kembali beroperasi normal. Gardu distribusi yang sudah pulih mencapai 10.837 dari total 14.916 yang rusak, sementara beban listrik yang pulih mencapai 254,22 MW dari total 374,1 MW yang sempat terputus. Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues dikabarkan mulai terang kembali, meskipun proses sinkronisasi sistem kelistrikan masih membutuhkan waktu sekitar 24 jam agar pasokan listrik lebih stabil.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada warga Aceh karena proses pemulihan tidak berjalan sesuai ekspektasi. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh. Karena kami sudah menyampaikan informasi bahwa sistem kelistrikan apabila koreksi kami untuk penyaluran listrik dari Arun ke Banda Aceh bisa berjalan lancar, maka akan meningkat menjadi 93 persen, ternyata menghadapi tantangan teknis yang sangat hebat,” ujarnya dalam konferensi pers virtual.
Warga pun menanggapi dengan campuran harapan dan kekecewaan. Di Banda Aceh, pasokan listrik masih hanya menyala sekitar 35-40 persen, dan pemadaman bergilir masih terjadi. “Kami berharap semua bisa segera pulih, tapi kenyataannya masih banyak daerah yang gelap gulita,” ujar salah satu warga, dilansir Detik.com.
Pemerintah dan PLN berjanji akan terus mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh. Tim PLN bekerja 24 jam nonstop untuk memastikan semua titik terdampak segera mendapatkan suplai listrik kembali. “Fokus kami satu, masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal secepat mungkin,” kata Darmawan Prasodjo.
