Foto: Badan SAR Nasional
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Bencana longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah menelan korban jiwa sebanyak 18 orang. Selain itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Menurut Muhari, “Tim pencarian dan pertolongan gabungan kini fokus terhadap lima orang masih dinyatakan hilang.” Selain korban jiwa, longsor ini juga menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada bangunan dan lahan pertanian. Sebanyak 16 rumah roboh atau hilang, 25 rumah terancam, serta sekitar 1 hektare lahan pertanian terdampak bencana.
Longsor tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung di wilayah Cilacap sejak beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat terjadi pada Kamis, 13 November 2025, yang meningkatkan kadar air dalam tanah sehingga memicu longsor. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang memperingatkan potensi hujan lebat hingga gelombang tinggi di wilayah tersebut.
Sejak kejadian, berbagai pihak termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tim ini juga dibantu dengan penggunaan alat berat seperti eskavator untuk mempercepat proses evakuasi jenazah dan warga yang masih hilang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rencana relokasi bagi para korban sebagai langkah awal penanganan pascabencana. Ia menegaskan pentingnya upaya terpadu untuk memberikan bantuan dan penanganan terbaik bagi warga terdampak longsor ini.
Hingga saat ini tercatat total 46 jiwa terdampak langsung oleh longsor ini, dengan 383 orang mengungsi di beberapa fasilitas umum seperti Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, dan rumah saudara. Pemerintah daerah juga menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 30 hari untuk mendukung penanganan darurat.
Upaya pencarian terus dilakukan meskipun kondisi tanah yang labil dan risiko longsor susulan masih tinggi. BNPB dan BPBD mengimbau semua pihak untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca buruk yang masih dapat terjadi di wilayah Cilacap dalam beberapa hari mendatang.
