Foto: BPBD Limapuluh Kota
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Fenomena sinkhole yang muncul di sebuah sawah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini menjadi sorotan karena klaim masyarakat bahwa air dari lubang tersebut mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Ribuan warga berdatangan ke lokasi untuk mengambil air yang berubah warna menjadi kebiruan dan jernih tersebut, meski belum ada bukti ilmiah yang mendukung. Badan Geologi Kementerian ESDM langsung turun tangan untuk memperingatkan potensi bahaya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak berdasar mengenai air sinkhole dapat menyembuhkan penyakit,” kata anggota tim Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufik Wirabuana, saat meninjau lokasi di Limapuluh Kota pada Sabtu (10/1/2026). Taufik menekankan bahwa hingga kini, belum ada kajian ilmiah yang menyatakan air sinkhole aman dikonsumsi atau memiliki khasiat medis.
“Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat kami imbau untuk tidak percaya bahwa air ini bisa menyembuhkan penyakit,” ujar Taufik Wirabuana lagi di kesempatan yang sama. Peringatan ini disampaikan karena banyak warga yang mengabaikan risiko, termasuk potensi kontaminasi air dari tanah runtuh atau zat berbahaya di dalamnya.
Sinkhole tersebut pertama kali muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, tepatnya di lahan persawahan milik warga. Lubang amblesan ini memiliki diameter sekitar 10 meter dan kedalaman hingga 15 meter, dengan air yang mulai menggenang dan berubah warna menjadi biru kehijauan. Fenomena alam ini memicu euforia di kalangan masyarakat setempat, yang memadati lokasi sejak kemunculannya beberapa hari lalu.
Tim Badan Geologi telah melakukan kajian cepat dengan mengambil sampel air dan tanah untuk analisis laboratorium lebih lanjut. Meski penelitian masih berlangsung, pihak berwenang menegaskan bahwa sinkhole merupakan gejala geologis umum di Indonesia akibat pelapukan batuan atau erosi bawah tanah. Namun, jika terjadi di area pertanian seperti ini, tetap berpotensi membahayakan petani sekitar.
Kedatangan warga yang ramai juga mengganggu aktivitas pertanian di sekitar lokasi, sehingga aparat nagari dan BPBD dikerahkan untuk pengawasan. Beberapa warga terlihat membawa galon untuk mengisi air, dengan keyakinan bahwa itu adalah “air suci” atau berkah dari alam. Padahal, ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan seperti infeksi atau keracunan jika air tersebut diminum tanpa pengujian.
Fenomena serupa pernah terjadi di berbagai daerah, tetapi klaim penyembuhan selalu dibantah oleh ilmu pengetahuan. Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi dari Kementerian ESDM dan tidak menyebarkan hoaks yang bisa menimbulkan kepanikan massal. Sinkhole ini justru menjadi pengingat pentingnya kesadaran geologis di wilayah rawan bencana alam.
