Rizieq Shihab Kritik Pergantian Nama RSUD Al Ihsan Jadi RSUD Welas Asih (Foto : ANTARA/Asprilla Dwi Adha)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih menuai kritik dari sejumlah pihak, salah satunya tokoh agama Rizieq Shihab. Pergantian nama rumah sakit tersebut dianggap kontroversial dan memicu perdebatan di kalangan masyarakat.
Rizieq Shihab secara tegas menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap perubahan nama yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi. Dalam pernyataannya, Rizieq menegaskan, “Mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih adalah tindakan yang tidak menghormati sejarah dan nilai-nilai yang melekat pada nama lama.” Pernyataan ini dilansir dari Tempo.
Menurut Rizieq, nama Al Ihsan memiliki makna yang sangat penting dan sudah melekat erat dengan identitas rumah sakit tersebut. Ia berpendapat bahwa perubahan nama tersebut bisa menghilangkan nilai historis dan simbolik yang selama ini dijaga oleh masyarakat sekitar. Rizieq juga menyoroti bahwa keputusan ini seharusnya melibatkan lebih banyak pihak dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat luas.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pergantian nama RSUD tersebut bertujuan untuk memberikan nuansa yang lebih inklusif dan menggambarkan nilai kasih sayang yang universal. Ia berharap nama Welas Asih dapat mencerminkan semangat pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan ramah kepada semua lapisan masyarakat.
Namun, kritik dari Rizieq Shihab dan beberapa kalangan masyarakat menunjukkan bahwa perubahan nama institusi publik seperti rumah sakit harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nilai sejarah dan budaya yang melekat. Kasus ini menjadi contoh bagaimana kebijakan pemerintah daerah dapat menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.
Diskusi terkait pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih ini masih terus berlanjut, dengan harapan ada solusi yang dapat diterima oleh semua pihak demi menjaga harmoni dan menghormati nilai-nilai yang ada. Keputusan ini juga menjadi pengingat pentingnya keterlibatan publik dalam proses pengambilan kebijakan yang berdampak luas.
