PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Kota Pontianak.
Meski belum ada temuan kasus, Edi telah mengintruksikan dinas kesehatan, seluruh rumah sakit di Kota Pontianak untuk tetap dalam kondisi siaga dan meningkatkan kewaspadaan.
“Informasi virus Nipah yang saya dapatkan dari Dinas Kesehatan, sampai sekarang belum terdapat kasusnya. Jajaran dinas kesehatan dan rumah sakit termasuk puskesmas kita minta tetap siaga. Terutama terhadap gejala-gejala virus tersebut sebagaimana yang kita ketahui semacam flu,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, Jumat (6/2/2026).
Edi juga mengimbau warga untuk tidak mengabaikan gejala penyakit yang dirasakan. Jika mengalami keluhan kesehatan yang mencurigakan diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kita juga minta warga tetap waspada, kalau ada keluargaa atau mereka sendiri yang mengalami gejala-gejala seperti itu segera datang ke pusat kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit dan mungkin dokter terdekat untuk dilakukan pengobatan,” ujarnya.
Terkait jalur penularan virus Nipah yang diketahui berasal dari kelelawar buah, kemudian menular ke babi dan manusia, Edi menyebut konsumsi kelelawar di Kota Pontianak tergolong sangat minim. Oleh karena itu, pengawasan lebih difokuskan pada komoditas daging babi yang tingkat konsumsinya cukup tinggi.
“Kalau penularannya melalui daging babi dan kelelawar, sepertinya (konsumsi) kelelawar di Kota Pontianak tidak ada. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak,” jelas Edi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian telah melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan daging yang beredar di masyarakat.
“Jajaran Dinas Pertanian kita juga sudah melakukan upaya untuk memastikan daging ini sehat, terutama di tempat pemotongan hewan dan di pasar-pasar. Warga juga harus waspada,” pungkasnya.
Sebagai informasi virus Nipah (NiV) merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.
Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama.
