PONTIANAK INFORMASI – Kodam XII/Tanjungpura memusnahkan sebanyak 1.173 senjata api rakitan hasil operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di wilayah perbatasan RI–Malaysia. Ribuan senjata tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat sejak tahun 2020 hingga 2025.
Pemusnahan dilakukan di Lapangan Tidayu, Markas Kodam XII/Tpr, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (18/12/25).
Dari total 1.173 senjata api rakitan yang dimusnahkan, terdiri dari 1.084 pucuk senjata api laras panjang dan 89 pucuk senjata api laras pendek.
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael menegaskan bahwa senjata-senjata tersebut bukan hasil rampasan aparat, melainkan murni dari kesadaran masyarakat perbatasan yang menyerahkannya secara sukarela.
“Ini bukan hasil rampasan, tapi hasil kesadaran masyarakat. Mereka menyerahkan secara sukarela melalui pendekatan intelijen, operasi teritorial, dan sosialisasi yang kami lakukan,” ujarnya.
Jamallulael, menjelaskan masyarakat membuat senjata api rakitan itu karena dulu wilayah perbatasan Kalbar memiliki latar belakang sejarah konflik pada masa konfrontasi Indonesia–Malaysia, sehingga masih banyak senjata peninggalan lama yang tersimpan di tengah masyarakat.
“Pada saat pemisahan antara Malaysia dengan Indonesia itu. Jadi masih banyak senjata-senjata yang memang saat itu masih digunakan untuk perang lah misalnya, sehingga masyarakat secara kesadaran menyerahkan kepada Satgas Pamtas,” jelas Pangdam.
Jamallulael pun mengapresiasi kesadaran masyarakat yang telah menyerahkan senjata api rakitan tersebut. Ia berharap ke depan kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat semakin diperkuat.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih proaktif melaporkan atau menyerahkan apabila menemukan kejanggalan, baik terkait narkoba maupun senjata rakitan yang masih tersimpan,” katanya.
Ia menegaskan, aparat tidak akan menyalahgunakan senjata yang diserahkan karena benda tersebut sangat berbahaya jika dimiliki oleh pihak yang tidak berwenang.
“Kita butuh kerja sama yang lebih intens antara aparat dan masyarakat. Ini demi keamanan dan ketertiban bersama,” pungkasnya.
