PONTIANAK INFORMASI – Kalbar Food Festival kembali mencatatkan sejarah baru. Ajang kuliner terbesar di Kalimantan Barat yang telah diselenggarakan ke-7 kali itu sukses memecahkan rekor dunia dengan memasak dan menyajikan 12.017 porsi lontong Sukadana, kuliner khas dari Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Sebelumnya, pada tahun lalu, festival ini juga berhasil mencetak rekor MURI melalui sajian kopi campur durian.
Penyerahan piagam MURI berlangsung di Halaman Parkir A. Yani Mega Mall, Pontianak, Minggu (2/5/2026), bertepatan dengan kegiatan Sparahan Khatulistiwa 2026 yang turut memeriahkan acara.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, masyarakat, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Dari pariwisata, ekonomi kita tumbuh. UMKM juga berkembang, dan kuliner Kalbar semakin dikenal luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kalbar Food Festival 2026, Edy Hartono, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari persiapan panjang yang melibatkan banyak pihak.
“Persiapan hampir satu bulan, mulai dari bahan, proses memasak, hingga pelibatan peserta seperti SMK, asosiasi chef, dan pelaku restoran,” jelasnya.
Ia menyebutkan, total biaya bahan untuk memasak lontong mencapai sekitar Rp70 juta, belum termasuk tenaga kerja.
Lebih lanjut, Edy menegaskan bahwa pemilihan lontong Sukadana sebagai menu rekor bertujuan untuk mengangkat kekayaan kuliner daerah.
“Kita ingin mengidentifikasi dan memperkenalkan kekayaan kuliner dari setiap kabupaten/kota di Kalbar. Tahun ini lontong Sukadana, ke depan akan kita angkat kuliner lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, lontong Sukadana memiliki cita rasa dan komposisi yang khas dibandingkan dengan lontong dari daerah lain.
“Perbedaannya ada pada bumbu dan kondimen yang digunakan,” tambahnya.
