PONTIANAK INFORMASI – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, hampir rampung. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal September mendatang.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat usai membuka Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II KORMI Kalbar, Minggu (5/7).
Norsan mengatakan, pembangunan berjalan sesuai target dan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026.
“Alhamdulillah, hari ini saya meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Sagatani, Kota Singkawang. Berdasarkan laporan dan hasil pemantauan di lapangan, progres fisik pembangunannya telah mencapai sekitar 80 persen,” ujarnya.
Menurut Norsan, setelah pembangunan selesai, para siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang saat ini masih mengikuti kegiatan belajar di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Pontianak akan dipindahkan ke gedung Sekolah Rakyat di Singkawang.
“Insyaallah akhir Agustus seluruh pekerjaan dapat diselesaikan. Setelah itu, siswa-siswi yang saat ini masih belajar di BLKI Pontianak akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat di Sagatani agar dapat belajar dengan fasilitas yang lebih representatif,” katanya.
Ia menargetkan proses serah terima bangunan sekaligus operasional sekolah dapat dimulai pada awal September 2026.
“Mudah-mudahan awal September sudah dapat kita serahterimakan dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” ucapnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Singkawang tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat melalui fasilitas belajar yang lebih layak dan representatif.
