Joko Widodo (Foto : Sekretariat Presiden)
Politikus Guntur Romli dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menanggapi rencana blusukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo usai disebut kondisi kesehatannya membaik. Ia menilai langkah tersebut memiliki muatan politik yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Guntur Romli, blusukan Jokowi tidak sekadar kegiatan sosial, melainkan dapat dibaca sebagai sinyal politik. Ia menyebut Jokowi berpotensi terus menghimpun kekuatan politik yang juga berkaitan dengan keluarga dekatnya.
“Bagi saya itu adalah pesan… semacam pesan atau bisa jadi ancaman yang halus bahwa Jokowi itu akan terus menghimpun kekuatan untuk dirinya, anaknya,” ujar Guntur Romli, Senin (18/5).
Ia juga menyinggung bahwa dinamika tersebut berkaitan dengan kemungkinan politik jangka panjang, termasuk posisi putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI, serta jaringan keluarga lainnya dalam politik.
Selain Gibran, anak Jokowi lainnya, Kaesang Pangarep, juga aktif di dunia politik sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (Partai Solidaritas Indonesia). Sementara menantu Jokowi, Bobby Nasution, juga telah menduduki jabatan publik sebagai kepala daerah.
Guntur Romli menilai rencana blusukan tersebut memperkuat kesan bahwa Jokowi masih memiliki ambisi politik, meskipun tidak lagi menjabat presiden. Ia juga menyinggung pernyataan Jokowi sebelumnya yang sempat menyatakan akan kembali menjadi warga biasa setelah tidak lagi menjabat.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Projo Projo, Freddy Alex Damanik, sebelumnya menyampaikan bahwa rencana blusukan Jokowi merupakan bagian dari aktivitas sosial dan komunikasi kebangsaan, serta tidak menutup kemungkinan untuk memperkuat dukungan politik di masa mendatang.
Rencana kunjungan Jokowi disebut akan dimulai pada Juni mendatang dengan tujuan awal ke Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk agenda meninjau budidaya rumput laut dan bertemu masyarakat setempat.
