Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti (Foto : AP Photo/Andre Penner)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengejutkan publik sepak bola dengan tidak memasukkan satu pun pemain Real Madrid ke dalam skuad Brasil untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL pada jeda internasional awal September 2025. Keputusan ini membuat banyak penggemar dan pengamat bertanya-tanya, mengingat tiga pemain kunci Real Madrid seperti Vinicius Jr, Rodrygo, dan Eder Militao selama ini menjadi andalan klub.
Brasil akan menghadapi Chile dan Bolivia dalam dua laga kualifikasi berturut-turut, namun Ancelotti secara tegas memilih skuad tanpa pemain Madrid. “Ide saya adalah bertemu pemain baru yang saat ini belum begitu saya kenal secara pribadi,” ujarnya kepada media. “Saya ingin mengenal pemain lain yang dapat membantu tim nasional meraih prestasi,” tambahnya dilansir dari FotMob.
Selain itu, penjelasan Ancelotti bukan semata karena alasan cedera. Bahkan, Vinicius Jr dan Rodrygo yang baru saja bermain dalam kemenangan 3-0 Real Madrid atas Real Oviedo, tetap tidak dipanggil. Ancelotti menegaskan kondisi fisik menjadi salah satu pertimbangan utama, dengan mengatakan, “Kondisi fisik adalah kriteria yang sangat penting. Seorang pemain tim nasional harus berada dalam kondisi fisik 100 persen.”
Keputusan ini juga memberi kesempatan kepada Ancelotti untuk mengevaluasi calon pemain lain dan memperdalam opsi skuad jelang Piala Dunia 2026. Brasil sendiri sudah dipastikan lolos ke babak tersebut, sehingga ada ruang bagi pelatih untuk menguji pemain baru dan menyimpan pemain andalan.
Selain pemain Real Madrid, bintang besar lain yaitu Neymar juga absen karena dalam proses pemulihan pasca cedera ACL. Mengenai Neymar, Ancelotti menyatakan, “Neymar tidak masuk karena ia mengalami sedikit masalah minggu lalu. Lagipula, kami tidak perlu mengujinya. Semua orang tahu Neymar, seluruh tim nasional, semua penggemar Brasil sangat mengenal Neymar.”
Skuad Brasil yang diumumkan didominasi oleh pemain yang berlaga di Liga Inggris, dengan 12 pemain dipanggil dari sana, termasuk dari klub seperti Chelsea, Manchester United, dan Arsenal. Ancelotti tampaknya menjadikan Liga Inggris sebagai fondasi kekuatan tim dengan hadirnya banyak pemain muda sekaligus berpengalaman dalam daftar tersebut.
