(Foto : Adrial/detikcom)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar Rp184 triliun untuk tahun anggaran 2026, khususnya untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kesejahteraan prajurit. Permintaan ini disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat tertutup bersama Komisi I DPR pada 9 Juli 2025 di Kompleks Parlemen Jakarta. Sjafrie menegaskan bahwa pagu indikatif yang ada saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan prioritas nasional, terutama dalam membangun kekuatan pertahanan negara yang semakin kompleks dan mahal biayanya.
Menhan Sjafrie menjelaskan, “Harga kedaulatan itu sangat mahal, ini tidak bisa kita bandingkan dengan membeli sesuatu peralatan militer ini sangat mahal untuk menjamin kedaulatan negara,” seperti yang dilansir dari kumparanNEWS.
Ia juga menambahkan bahwa anggaran belanja pegawai sudah mencapai 50 persen dari total anggaran, sementara belanja modal untuk alutsista masih kurang dari setengahnya. Oleh karena itu, tambahan anggaran ini sangat diperlukan untuk memperkuat kemampuan TNI dan mendukung program ketahanan pangan yang juga menjadi fokus Kemhan.
Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Komisi I DPR menyatakan bahwa pihaknya akan membahas usulan anggaran tersebut secara mendalam bersama Badan Anggaran DPR. Ia menilai kebutuhan tambahan anggaran ini harus dikaji secara cermat agar alokasi dana dapat tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kapasitas pertahanan negara. Komisi I juga akan memastikan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran dilakukan dengan ketat demi transparansi dan akuntabilitas.
Dalam konteks efisiensi anggaran yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertahanan tetap mengajukan permohonan ini dengan alasan kebutuhan strategis yang mendesak. Sjafrie menegaskan bahwa meskipun ada tekanan efisiensi, pembangunan kekuatan pertahanan dan kesejahteraan prajurit tidak bisa dikompromikan karena menyangkut kedaulatan nasional yang harus dijaga dengan serius.
Selain fokus pada alutsista, Kemhan juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung ketahanan pangan nasional, seperti pembuatan tempat penampungan beras dan pengering jagung yang dikerjakan bersama Kementerian Pertanian. Sjafrie menyebutkan bahwa Kemhan telah menyiapkan 25 ribu unit tempat penampungan beras dengan kapasitas 70 ton per unit, menggunakan bahan plastik kuat hasil produksi Pindad.
