(Dok. Monang Sinaga/PDIP)
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Sebanyak tiga mantan kader PDI Perjuangan (PDIP) di Solo, yaitu Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketiga eks anggota DPRD Solo tersebut memutuskan pindah ke PSI dengan alasan kesamaan visi dan misi perjuangan. Tiga eks kader PDI Perjuangan itu, yakni Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto. Mereka merupakan mantan anggota DPRD Solo.
Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, yang menyampaikan bahwa Ginda sudah bergabung sejak awal Juli sebelum kongres PSI, sedangkan dua lainnya baru bergabung pada pekan lalu. Ketiganya sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI dan berharap dapat berkontribusi lebih besar di bawah bendera partai yang diisi oleh banyak anak muda itu.
Puan Maharani, Ketua DPP PDIP, menanggapi kabar tersebut dengan santai dan tidak mempermasalahkannya. Puan menegaskan bahwa jika ada kader yang sudah tidak mau berada di dalam PDIP, pihaknya mempersilakan saja. “Kalau kemudian seseorang, atau tiga orang atau berapa orang kemudian sudah tidak berkeinginan untuk ada di dalam PDI Perjuangan, monggo saja,” ujar Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Antonius Yogo Prabowo, alasan para eks kader PDIP pindah ke PSI bukan semata karena ketidakpuasan, melainkan karena mereka melihat kesamaan visi dan ingin berbuat lebih banyak dengan potensi yang dimiliki. “PSI itu kan anak-anak muda, ya tentu bisa berbuat lebih banyak lagi dengan apa talenta masing-masing di Kota Solo,” ungkap Antonius.
Selain ketiga eks kader tersebut, Antonius menyebut bahwa ada potensi kader lain dari berbagai kalangan, mulai akademisi hingga pengusaha, yang juga akan bergabung ke PSI.
Sikap santai Puan Maharani ini mencerminkan cara PDIP dalam menghadapi dinamika kader. Puan bahkan menyebutkan bahwa akan ada kejutan terkait posisi Sekjen di partainya, menunjukkan kesiapan menghadapi perubahan sambil tetap menjaga soliditas internal. Dalam hal ini, PDIP tetap mengedepankan posisi sebagai penyeimbang pemerintah.
Puan menyatakan bahwa PDIP akan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, tetapi juga siap mengkritik apabila ada program yang menyimpang dari arah perjuangan partai.
Keputusan tiga eks kader PDIP di Solo bergabung ke PSI juga menunjukkan adanya dinamika politik yang terus bergerak dan krusial jelang agenda besar politik nasional. PSI yang dikenal sebagai partai anak muda berusaha menarik kader dari partai-partai lain dengan visi misi progresif yang mereka usung. Langkah ini diyakini menjadi peluang bagi kader yang ingin menunjukkan kontribusi lebih besar di panggung politik tanah air.
Kabar ini juga menjadi perhatian sejumlah pengamat politik yang menilai pergantian kader antar partai merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Namun, partai manapun tentu harus mampu memastikan kadernya tetap solid dan memiliki visi perjuangan yang sejalan.
