Foto: unsplash.com/gabrielgoncalves
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Airbus melakukan recall terhadap 6.000 pesawat A320 di seluruh dunia sebagai tindakan darurat setelah ditemukan masalah pada perangkat lunak yang sensitif terhadap radiasi matahari. Langkah ini menjadi yang terbesar dalam sejarah 55 tahun Airbus dan berdampak langsung pada operasional penerbangan global, terutama di masa libur akhir tahun saat trafik penumpang meningkat tajam.
Recall ini bermula dari insiden yang dialami penerbangan JetBlue 1230 pada 30 Oktober 2025, saat pesawat A320 tiba-tiba menukik tajam saat terbang dari Cancun menuju Newark, New Jersey. Akibat insiden itu, sekitar 15 orang dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera ringan. Setelah investigasi, Airbus menyimpulkan bahwa perangkat lunak kontrol penerbangan pada A320 rentan terhadap gangguan akibat radiasi matahari yang intens.
Airbus mengumumkan bahwa recall ini bertujuan untuk memperbaiki atau memperbarui perangkat lunak pesawat sebelum kembali dioperasikan. Perusahaan juga bekerja sama dengan otoritas penerbangan global untuk memastikan semua pesawat yang terdampak segera menjalani prosedur pembaruan, dan hanya boleh terbang setelah perbaikan selesai dilakukan.
Dampak recall ini sangat luas. Maskapai di Amerika Serikat, Eropa, India, Selandia Baru, hingga Indonesia mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan. Di Indonesia sendiri, terdapat 38 pesawat A320 yang harus ditarik sementara untuk perbaikan. CEO Airbus, Guillaume Faury, menyampaikan permintaan maaf kepada maskapai dan penumpang atas gangguan yang terjadi.
Maskapai besar seperti United Airlines dan Delta Air Lines melaporkan sejumlah armada mereka terkena dampak recall ini, meski gangguan yang terjadi masih terbatas. American Airlines menyebutkan bahwa sekitar 209 pesawat mereka harus diperbarui, dan proses tersebut diharapkan selesai dalam waktu singkat.
Regulator penerbangan seperti Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) telah mengeluarkan Arahan Kelaikan Udara Darurat untuk memastikan semua operator pesawat A320 segera melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan. Airbus menekankan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dalam langkah ini.
Recall massal ini menjadi peringatan bagi industri penerbangan global akan pentingnya pengawasan dan pembaruan teknologi pesawat, terutama terkait risiko dari faktor eksternal seperti radiasi matahari. Meski menyebabkan gangguan, langkah Airbus diharapkan dapat mencegah potensi insiden serius di masa depan.
