Poster film animasi lokal "JUMBO" (SinPo.id/Visinema Animation)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Film animasi Jumbo resmi menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia setelah berhasil mengalahkan rekor film KKN di Desa Penari. Film yang diproduksi oleh Visinema Pictures dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini telah meraih lebih dari 10,07 juta penonton selama 63 hari tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jumbo mengangkat kisah Don, seorang anak yang sering dibully dan dijuluki “Jumbo” karena postur tubuhnya yang gemuk. Cerita berfokus pada petualangan Don yang bertemu dengan roh bernama Meri, yang meminta bantuannya untuk menyatukan kembali keluarganya yang terpisah. Film ini mendapat pujian karena cerita orisinalnya yang berbeda dari adaptasi karya populer lainnya, serta kualitas animasi yang semakin maju di industri film Indonesia.
Keberhasilan Jumbo juga menandai tonggak penting bagi industri animasi Indonesia yang sebelumnya belum pernah mencatatkan angka penonton sebesar ini. Film ini bahkan mengalahkan rekor film animasi internasional seperti Frozen II, yang sebelumnya memegang rekor dengan 4,63 juta penonton di Indonesia.
Secara finansial, Jumbo telah menghasilkan pendapatan sekitar US$11,8 juta (sekitar 199 miliar Rupiah), menjadikannya salah satu film lokal dengan pendapatan tertinggi. Kesuksesan ini juga membuka peluang distribusi internasional ke pasar besar seperti China, Amerika Utara, Eropa Barat, dan Australia.
Para pelaku industri dan penggemar film Indonesia menyambut gembira pencapaian ini sebagai bukti bahwa film animasi lokal bisa bersaing dan diterima luas oleh masyarakat. Kesuksesan Jumbo menjadi momentum penting untuk perkembangan industri film animasi dalam negeri ke depan.
