Foto: Instagram
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Pada Minggu pagi (4/1/2026), mereka berhasil menyelamatkan seorang warga yang tergeletak lemas di lumpur saat mempersiapkan lokasi kerja.
Dilansir dari iNews Aceh, aksi heroik ini terekam dalam video viral yang dibagikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melalui akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto. “Pagi ini, Praja IPDN mulai persiapkan lokasi kerja. Di halaman belakang Kantor Kesbangpol Kabupaten Aceh Tamiang, Praja menemukan warga yang tergelatak di lumpur,” tulis Bima Arya.
Korban, seorang pria paruh baya dari Kampung Dalam, ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri akibat kehausan dan kelaparan selama tiga hari. Praja IPDN langsung berkoordinasi dengan tim medis untuk evakuasi cepat menuju RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang.
“Korban langsung dibawa ke RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendapatkan perawatan intensif. Alhamdulillah saat ini kondisinya sudah stabil,” jelas Bima Arya. Penyelamatan ini menjadi bukti respons cepat para praja di tengah kondisi darurat pascabencana.
Penugasan ini merupakan bagian dari instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengerahkan total 1.138 praja IPDN ke Aceh Tamiang sejak Sabtu (3/1/2026). Mereka bertugas selama satu bulan untuk membersihkan lumpur, memulihkan layanan publik, dan mendukung sekitar 200 desa terdampak.
Selain evakuasi korban, praja IPDN fokus pada pembersihan kantor dinas yang porak-poranda akibat banjir dan longsor. Kehadiran mereka disambut antusias warga lokal, seperti teriakan “Bantulah kami, Aceh Tamiang masih di mana-mana lumpur.” Program ini juga terintegrasi dengan kurikulum Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPDN sebagai penilaian akademik.
Bencana banjir bandang di Aceh Tamiang telah menenggelamkan puluhan desa dan merusak infrastruktur pemerintahan. Kontribusi praja IPDN diharapkan mempercepat pemulihan, membangkitkan semangat gotong royong, serta memastikan roda pemerintahan berputar kembali demi kesejahteraan masyarakat. Aksi kemanusiaan ini menjadi inspirasi bagi relawan lain di daerah rawan bencana.
