Foto: Getty Images
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Indonesia secara resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menandai komitmen kuat Jakarta dalam upaya penyelesaian konflik Gaza. Pengumuman ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk negara-negara Timur Tengah lainnya yang juga menerima undangan serupa.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa para Menteri Luar Negeri Republik Türkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, dilansir dari Kompas.com. Pernyataan bersama ini menegaskan dukungan kolektif terhadap inisiatif perdamaian global yang dipimpin Trump.
Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, di mana setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung sesuai dengan prosedur hukum dan langkah-langkah yang diperlukan di masing-masing negara, dilansir dari akun resmi X @kemlu_ri. Langkah ini mencakup negara-negara seperti Mesir, Pakistan, dan Uni Emirat Arab yang telah menyatakan kesediaan lebih dulu.
Dewan Perdamaian ini bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan yang berlandaskan pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara sesuai dengan hukum internasional, dilansir dari Kemlu RI. Inisiatif tersebut juga didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang merujuk pada Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza.
Para menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung pelaksanaan Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diuraikan dalam rencana tersebut, dilansir dari pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilaporkan Anadolu News Agency. Keanggotaan Indonesia dalam dewan ini memperkuat posisi diplomasi RI di panggung internasional, sejalan dengan politik bebas aktif.
Selain delapan negara awal, Kuwait kemudian mengumumkan penerimaan undangannya, sehingga total menjadi sembilan negara peserta, menurut laporan Al Jazeera. Dewan ini dipimpin seumur hidup oleh Trump, dengan penasihat senior seperti Steve Witkoff, Jared Kushner, dan mantan PM Inggris Tony Blair sebagai bagian dari struktur. Pengumuman ini muncul tak lama setelah Gedung Putih mengungkap komposisi dewan sebagai bagian dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
