Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Pemandu Gunung yang Dampingi Juliana Marins Mendaki Rinjani Kena Blacklist, Kompetensi Guide Dipertanyakan
  • Nasional

Pemandu Gunung yang Dampingi Juliana Marins Mendaki Rinjani Kena Blacklist, Kompetensi Guide Dipertanyakan

Tyo 04/07/2025
Pemandu Gunung yang Dampingi Juliana Marins Mendaki Rinjani Kena Blacklist, Kompetensi Guide Dipertanyakan

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman (Foto : Ahmad Viqi/detikBali)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Tragedi yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), berbuntut panjang. Pemandu yang mendampingi Juliana kini resmi masuk daftar hitam (blacklist) dan dilarang sementara untuk mengantar pendaki ke puncak Rinjani. Keputusan ini diambil setelah Juliana Marins tewas terjatuh ke jurang Cemara Nunggal pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Dilansir dari TRIBUN, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, mengonfirmasi bahwa sanksi blacklist dijatuhkan sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. “Iya, kalau blacklist untuk sementara sambil proses berjalan,” ungkap Yarman pada Kamis (3/7/2025). Ia juga menambahkan bahwa pihaknya belum menentukan berapa lama sanksi tersebut akan berlaku, dan BTNGR masih akan memeriksa apakah pemandu yang mendampingi Juliana memiliki lisensi resmi sebagai guide pendakian.

Peristiwa tragis ini menyoroti persoalan kompetensi dan legalitas pemandu gunung di Rinjani. Dari total 661 pemandu yang terdaftar, baru sekitar 50 persen yang memiliki lisensi resmi. Yarman menyebutkan, “Separuh sudah dapat lisensi, tapi dalam proses ke depan kita sudah persiapkan bersama-sama dengan teman-teman dari Dinas Pariwisata untuk proses lisensi,”.

Kronologi kejadian bermula saat Juliana mendaki bersama enam orang rombongan, didampingi seorang pemandu dan dua hingga tiga porter. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga lima hari, terkendala cuaca buruk dan kabut tebal. Juliana sempat ditemukan masih hidup, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 24 Juni 2025, akibat luka parah dan pendarahan hebat setelah terjatuh dari ketinggian 600 meter.

Insiden ini juga memicu sorotan terhadap sistem pelatihan dan sertifikasi pemandu gunung di Rinjani. Kepala BTNGR menegaskan perlunya percepatan proses lisensi serta perubahan branding wisata Rinjani dari sekadar tracking ke mountaineering. “Ini perlu kami sosialisasi ke tour operator (TO) untuk menjual paket mounteneering, bukan tracking,” ujar Yarman seperti dikutip dari Detik.com.

Sementara itu, penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung. Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, menyatakan bahwa klarifikasi terus dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk pemandu, porter, dan rekan-rekan Juliana yang merupakan warga negara asing. Keluarga korban juga menuding adanya kelalaian dari pihak pemandu dan pengelola, sehingga kasus ini menjadi perhatian luas baik di dalam maupun luar negeri.

Tags: Gunung Rinjani Juliana Marins Nusa Tenggara Barat Tour Guide Rinjani

Continue Reading

Previous: Pemprov Kalbar Hapus Denda Pajak Kendaraan dan Beri Diskon hingga Desember 2025
Next: Bahlil Lahadalia Semprot Dirjen ESDM dan Bos PLN di DPR: “Kurang Ajar Kalian”, Gara-Gara Data Desa Belum Berlistrik Tak Sinkron

Related Stories

IMG_9753
  • Lokal
  • Nasional

Apresiasi PS Kubu Raya, Sujiwo Serahkan Bonus Rp50 Juta

Editor PI 18/03/2026
Stephanie Meyerson
  • Nasional

Chef Asal Pontianak Stephanie Meyerson Tembus Grand Final MasterChef Indonesia

Editor PI 11/03/2026
bahlil
  • Nasional

Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Editor PI 09/03/2026

Berita Terbaru

  • KNKT Sebut Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Tak Miliki Black Box 17/04/2026
  • Operasi SAR Helikopter PK-CFX Resmi Ditutup, Seluruh Korban Telah Dievakuasi 17/04/2026
  • Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau, CEO KPN Corp Termasuk 8 Korban Tewas 17/04/2026
  • Satu WNA Malaysia, 8 Korban Helikopter PK-CFX Mulai Diidentifikasi 17/04/2026
  • Isak Tangis Keluarga Iringi Proses Identifikasi 8 Jenazah Heli PK-CFX di RS Bhayangkara Pontianak 17/04/2026
  • Suasana Duka Iringi Kedatangan 8 Jenazah Korban Helikopter PK-CFX di RS Bhayangkara Pontianak 17/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1897
  • Lokal
  • News

KNKT Sebut Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Tak Miliki Black Box

Editor PI 17/04/2026
IMG_1899
  • Lokal
  • News

Operasi SAR Helikopter PK-CFX Resmi Ditutup, Seluruh Korban Telah Dievakuasi

Editor PI 17/04/2026
d70fe595-bd7a-4d3d-aca7-f31bd607833c
  • Lokal
  • News

Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau, CEO KPN Corp Termasuk 8 Korban Tewas

Editor PI 17/04/2026
IMG_1743
  • Lokal
  • News

Satu WNA Malaysia, 8 Korban Helikopter PK-CFX Mulai Diidentifikasi

Editor PI 17/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.