Foto: bpkp.go.id
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang lemah atau bangsa yang kalah. Ia meminta seluruh pihak meninggalkan mentalitas inferior dan mulai membangun kepercayaan diri sebagai bangsa besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk memperluas jaringan koperasi di seluruh Indonesia.
Prabowo menyebut pada Agustus mendatang pemerintah menargetkan peresmian hingga 30 ribu Koperasi Merah Putih. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian yang lebih kecil sekalipun tetap merupakan prestasi besar dalam sejarah pembangunan ekonomi nasional.
“Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, itu prestasi yang jarang bisa diketemukan di negara lain,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan membangun puluhan ribu koperasi dalam waktu singkat menunjukkan kemampuan pemerintah dan lembaga negara untuk bekerja secara terkoordinasi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melakukan lompatan besar dalam pembangunan ekonomi rakyat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang bangsa terhadap dirinya sendiri. Ia menolak anggapan bahwa Indonesia adalah bangsa yang lemah dan selalu berada dalam posisi tertinggal.
“Kita harus hilangkan sikap mental bahwa kita bangsa yang lemah, bahwa kita bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang,” tegasnya sambil menekankan semangat optimisme nasional.
Program Koperasi Merah Putih sendiri disebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa, memperluas akses permodalan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
